Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang

Jl. RH. Djaja Abdullah No. 2 (Belakang KPPN), Kertabumi - Karawang

Menghasilkan Generasi Rabbani yang Unggul dan Berdaya Saing

Keutamaan Ilmu

Jum'at, 19 Oktober 2018 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 549 Kali

Kontributor: Ustadz Ahmad Arip (PJ Biah Pegawai)

Keutamaan Ilmu

Allah Subhanahuwata’ala berfirman : 

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

"....Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az Zumar : 9)

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Mujdilah : 11)

 

 

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

..Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (Thahaa : 114)

 

 

Dari Abu darda Radhiyallahu’anhu ia berkata : aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda : Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan kepadanya ia akan difahamkan dalam urusan agamanya.

(Muttafaqun’alaihi)

 

 

Dari Abu Darda Radhiallahu’anhu berkata : aku mendendengar Rasulallah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda :  Dari Abu Ad-Darda` -radhiallahu anhu- dia berkata: Aku mendengar Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ سَلَكَ سَبِيْلاً يَبْتَغِي بِهِ عِلْماً، سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ. وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتِهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ. وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلًّ شَيْءٍ حَتَّى الْحَيْتَانُ فِي الْمَاءِ. وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَاراً وَلاَ دِرْهَماً, إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ, فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Barangsiapa yang menempuh sebuah jalan guna mencari ilmu niscaya Allah akan memudahkan jalannya untuk masuk ke dalam surga. Sesungguhnya para malaikat betul-betul meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena mereka ridha dengan apa yang dia tuntut. Sesungguhnya seorang alim (orang yang berilmu) itu dimintaampunkan oleh segala sesuatu sampai ikan-ikan di lautan. Kelebihan seorang alim di atas abid (ahli ibadah) adalah bagaikan kelebihan yang dimiliki oleh bulan di atas bintang-bintang lainnya. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula perak akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu, karenanya barangsiapa yang mengambilnya (ilmu) maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Daud no. 3642 dan At-Tirmizi no. 2682 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6297)

 

 

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia meninggal maka semua amalannya terputus kecuali tiga perkara: Kecuali sedekah jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakan untuknya.” (HR. Muslim no. 1631)

 

 

Penjelasan :

Ilmu syar’i memiliki kedudukan yang agung didalam agama, Allah memerintahkan untuk menututnya dan menyukainya dan Allah memberikan keutamaan orang yang memiliki ilmu syar’i dari orang yang tidak menuntut ilmu syar’i. Dan menjadikan thalabul ‘ilmi (pencarian ilmu) sebagai sarana yang paling afdhol dalam pendekatan kepada Allah. Dan merupakan sebab yang paling besar yang memasukan seseorang pada surga. Karena di dalam ilmu syar’i sendiri dan di dalam mempelajari ilmu syar’i merupakan salah satu upaya mengenal Allah, mengetahui perintah-perintah-Nya, mengetahui larangan-larangan-Nya dan tentunya membangun agama ini dengan ilmu yang Allah anugerahkan. Maka dengan ini ulama adalah pewaris para nabi, para nabi mewarisi manusia dengan ilmu syar’i barang siapa yang mengambilnya maka mereka adalah pewaris para nabi. Jika Allah menginginkan kebaikan pada diri seorang hamba maka Allah akan memudahkan ia untuk mempelajari perkara agamanya.

 

Faidah yang dipetik :

  1. Ilmu memiliki keutamaan dan ulama adalah pewaris para nabi.
  2. Sesungguhnya pemahaman yang baik dalam agama ini adalah tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan pada diri seorang hamba.
  3. Sesungguhnya menuntut ilmu merupakan salah satu sebab yang bisa memasukan seseorang pada surga.
  4. Sesungguhnya warisan yang paling baik yang diwariskan bagi seorang manusia  adalah ilmu yang bermanfaat karena pahalanya akan terus menerus mengalir untuknya walaupun ia telah wafat.

Mudah-mudahan kita dijadikan hambanya yang selalu berusaha mencari ilmu agama dengan pemahaman agama yang benar sesuai yang diajarkan Allah di dalam Al-Qur’an dan dijelaskan di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam serta para sahabat, tabi’in dan tabi’uttabi’in serta para ulama yang shaleh yang selalu berpegang teguh dengan ajaran Rasulallah dan dijauhkan dari penyimpangan-penyimpangan dalam memahami agama ini.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Ali Rahmat

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ…

Selengkapnya