Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang

Jl. RH. Djaja Abdullah No. 2 (Belakang KPPN), Kertabumi - Karawang

Menghasilkan Generasi Rabbani yang Unggul dan Berdaya Saing

Keutamaan Mengajarkan dan Mengajak Manusia Kepada Kebaikan

Kamis, 25 Oktober 2018 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 572 Kali

Kontributor: Ustadz Ahmad Arip (PJ Biah Pegawai)

Keutamaan Mengajarkan dan Menyeru Manusia Pada Kebaikan

Assalamu'alaikum, 

Allah Subhanahuwata’ala berfirman :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). ...( Al Jumu’ah : 2)

 

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar...( Ali Imran : 110)

 

Dari Abi Mas’ud ‘uqbah bin amir al anshari Radhiallahu’anhu telah berkata : Rasulallah Shalallahu’alaihiwasallam telah bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

 “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya” ( H.R Muslim imarah  No.  1893, H.R Tirmidzi al-ilmu  No. 2673  )

 

Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu sesungguhnya Rasulallah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda :

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا. وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا.

'Barangsiapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia memperoleh dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.' [Shahih Muslim al-ilmu :2674]

 

Dari Abi Umamah Al-Bahili Radiallahu’anhu telah berkata : Rasulallah Shallallahu’alaihiwasallam telah bersabda :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni bumi dan langit sampai semut yang berada di lubangnya dan bahkan sampai ikan benar-benar bershalwat atas pengajar manusia (dalam)kebaikan” ( H.R Tirmidzi No. 2685 )

Makna bershalawat atasnya : yaitu mendo’akan danberistighfar/ meminta ampun untuknya.

 

Penjelasan

Mengajari manusia dalam urusan agama mereka dan mengajak mereka kepada kebaikan adalah pekerjaan para nabi yang Allah utus mereka untuknya. Maka ini adalah tugas yang paling agung. Dan Allah memilih makhluq terbaik untuk tugas ini. Maka barang siapa yang Allah berikan taufiq/jalan untuk  berjalan di atas jalan mereka (para nabi) dalam mengajari manusia dalam masalah agama mereka  dan membimbing mereka kepda kebaikan. Maka sungguh ia telah condong pada kebikan yang banyak yang dengannya menjadi sebab  kebaikan di muka bumi ini,  dimana  tersebarnya  ilmu dan adanya amar ma’ruf nahi mungkar. Dan pada-nya merupakan bentuk dari iqomah hujjah kepada manusia.

 

Faidah :

  1. Sesungguhnya mengajari manusia kebaikan merupakan dari amalan/pekerjaan para nabi
  2. Keutamaan mengajari manusia dalam perkara agama mereka, sesungguhnya barang siapa yng mengajarkan sebuah ilmu atau menyeru pada sebuah petunjuk maka baginya pahala seperti pahala orang–orang yang mengerjakannya
  3. Besarnya pahala seorang yang mengajari manusia pada kebaikan yang  dimana Allah Subhanahuwata’ala memujinya, penduduk langit dan bumi memohon ampun untuknya dikarenakan kebaikan dan karena tersebarnya ilmu yang dihasilkannya
  4. Keutamaan da’wah kepada Allah dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran

Semoga ini menjadi motivasi bagi kita agar senantiasa bersemangat dalam menyeru kepada kebaikan dengan menjadi seorang Da’i. Mengajak pada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran. Apapun profesi kita dan siapapun kita hendaknya mengambil peran dalam da’wah ini. Jika mampu menjadi seorang mu’allim walau yang kita ajarkan hanya satu dua khuruf, satu dua ayat. Kalau tidak bisa menjadi seorang mu’allim maka hendaklah menjadi seorang yang menyokong tegaknya da’wah ilaallah ini dengan menjadi mustami’ . Ketika terkadang jadi penyokong belum mampu maka minimal tidak menjadi penghalang dalam da’wah ini. Semoga Allah curahkan  taufiq-Nya agar senantiasa kita mampu memberikan kontribusi dalam da’wah Ilallah dan mencitai jalan da’wah ini.

Nasrun minallahi wa fathun qarieb.

Wassalamu'alaikum.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Ali Rahmat

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ…

Selengkapnya