Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang

Jl. RH. Djaja Abdullah No. 2 (Belakang KPPN), Kertabumi - Karawang

Menjadi Lembaga Dakwah Pendidikan Terdepan Dalam Akhlak & Prestasi Serta Menjadi Teladan Bagi Lembaga Lain

Hikmah Wabah yang Membuat Resah

Senin, 20 April 2020 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 160 Kali

Hikmah Wabah yang Membuat Resah
Oleh :Rahmat Hidayat, S. Pd
(Wali Kelas 9 Baghdad SMPIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).


Wabah covid19 yang melanda belahan dunia, beberapa negara, termasuk Indonesia, telah dianggap
membuat resah, gelisah, dan susah. Ketakutan yang berlebihan, ada yang menjadikan penelitian,
berbagai sosialisasi pengetahuan, aksi peduli kemasyarakatan, sampai diskriminasi pengucilan pada
seseorang yang terdampak virus tersebut, bahkan penolakan jenazah korban wabah diberbagai
daerah ikut serta mewarnai pemberitaan di berbagai media.
Stigma negatif terhadap wabah ini seakan sudah menutup hikmah positif dengan adanya wabah
tersebut. Kita lupa, bahwa setiap sesuatu pasti adanya hikmah, kita lupa, bahwa datangnya wabah
yang bisa menghentikan jantung berdetak, atas kehendak Allah yang Maha Bijak.
Terima kasih Covid-19, kau telah menyadarkan kami yang terkadang lupa akan rasa bersyukur,
terhadap kenikmatan yang Allah berikan, kita terkadang kufur. Harta yang di damba, strata sosial
yang menjadi tolak ukur, membuat kita terkadang menjadi takabur. Lupa, bahwasanya Allah, sebagai
Dzat yang Maha Mengatur.
Terima kasih Covid-19, kau telah mengajarkan kita untuk bisa menggunakan kesempatan dan tidak
menyia-nyiakan.
Terima kasih Covid-19, kau telah mengingatkan kita, bahwa kehidupan dunia, hanyalah sebuah
permainan untuk bekal dimasa depan, di kehidupan akhirat sebagai tujuan.
Darimu kita belajar bahwa kenikmatan interaksi dunia nyata sangatlah berharga. Karena selama
menghirup alam terbuka, kita hidup bersama, namun sibuk dengan dunia maya.
Darimu kita belajar bahwa kedekatan dengan kerabat sangatlah nikmat. Karena selama ini, kerabat
hanya cukup di chat, silaturahim tidak dipererat. Di rumah saudara hanya lewat, berkunjung ketika
lebaran sudah dekat.
Darimu kita belajar bahwa Kenikmatan beribadah adalah anugerah. Karena begitu banyak masjid
berlomba-lomba dalam bermegah, muadzin panggil dengan adzan dan iqomah, namun kita di rumah
dikalahkan oleh rasa lelah, dengan dalih mencari nafkah.
Darimu kita belajar Kenikmatan bersedekah. Karena begitu bnyak orang yang membutuhkan,
memberikan peluang tuk bersedekah, namun kita biarkan orang di sekitar kita terbaring lemah. Kita
berlomba membeli mobil mewah. Tatkala orang kaya yang terkena wabah, siapa yang akan
membantu kalo bukan orang yang di sebelah.
Semoga kita bisa mengambil hikmah akan adanya wabah yang menyerang negara kita, Allah sedang
merindukan kita, Allah sedang mengingatkan kita, untuk selalu bersyukur kepada-Nya, bertaqwa
kepada-Nya, karena kita akan kembali kepada-Nya. Wallahu a’alam

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Ali Rahmat

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ…

Selengkapnya