Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang

Jl. RH. Djaja Abdullah No. 2 (Belakang KPPN), Kertabumi - Karawang

Menghasilkan Generasi Rabbani yang Unggul dan Berdaya Saing

Al Qur’an itu mudah dipelajari

Rabu, 19 Juli 2017 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 2175 Kali

Di dalam  kehidupan kita ada dua hal yang menjadi petunjuk yang harus menjadi pegangan dalam kehidupan kita. Dua hal itu adalah al - Qur’an dan as -Sunnah. Al - Qur’an adalah wahyu Alloh sebagai petunjuk bagi manusia dan  as - Sunnah adalah jalan hidup Rosululloh yang menjadi teladan ummat islam dalam menjalani kehidupan ini. Al -Qur’an yang difahami dengan pemahaman para sahabat , para tabi’in dan tabi’uttaabi’in mereka generasi   terbaik ummat ini ,  difahami dengan tafsir dari para ulama ahli tafsir.  As Sunnah adalah jalan hidup Rosululloh yang telah dicontohkannya dan menjadi tauladan kita dalam menjalani kehidupan ini .

Mempelajari al -Qur’an dan as -Sunnah dimasa sekarang  semakin mudah dibandingkan di masa lalu. Mulai dari sudah dibukukannya al -Qur’an, masalah Naskh dan mansukh, ‘aam dan khash , pemilihan hadits shohih dan lemah ( dho’if) , Masalah – masalah tentang itu sudah diteliti, dirapikan bahkan sudah dibukukan . Seluruh hadits Nabi Shalallohu ‘Alaihihi Wasallam telah dihafalkan dan dibukukan, dan telah diketahui matan –matan dan sanad – sanadnya, serta cacat dan kelemahan yang ada pada jalur periwayatnya.

Alloh Subhanahu wata’ala berfirman :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“ Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Quran untuk ( menjadi ) pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil peajaran ?”  ( QS al-Qamar /54: 17 )

Kemudahan yang diberikan Alloh ta’ala untuk mengingat dan menghafal al- Qur’an telah dibuktikan oleh para ulama terdahulu dan kebanyakan ulama terdahulu mereka hafal al –Qur’an ketika mereka berusia masih muda bahkan belia. Diantranya adalah al Imam as Syaafi’I Rohimahulloh beliau hafal  30 juz al -Qur’an ketika usia 7 tahun beliau juga hafal kitab Al Muwattho’  dan pada usia 15 tahun beliau sudah diizinkan oleh para ulama untuk berfatwa.

Kemudian Ibnu Taimiyyah , Ibnu mas’ud mereka pun sama hafal Al Qur’an sejak usia mereka masih muda.

Bahkan ada orang orang Indonesia yang masih usia sangat muda bahkan belia dia sudah hafal al -Qur’an . Ahsani  Al Hafidz berasal dari  Karawang hafal 30 juz al – Qur’an pada usia 10 tahun.

Prestasinya pun pernah menjadi juara dalam dalam beberapa musabaqoh tahfidzul qur’an  baik yang diselenggarakan di dalam negeri ataupun yang diselenggarakan di luar negeri.  Ada pula  sosok Musa yang berhasil meraih juara dalam kegiatan MTQ  Intrnasional yang diselenggarakan di Arab Saudi dan Musa sempat mendapat kesempatan dicium oleh Raja Salman.

Ada pula  Tabarak  dan Yazid Tammaduddin dua bersaudara yang hafal al-Qur’an sejak balita, Tabarak dan Yazid balita yang hafal al-Qur’an 30 juz hanya dalam waktu 1,5 tahun dari usia 3 tahun dan hafal al-Qur’an pada usia 4,5 tahun. Ayah mereka , Dr. Kamil Labudi seorang dosen lulusan Lester University, Inggris yang sekarang menjadi dosen di Batterjee Medical , Jeddah, Saudi Arabia.

Ada pula nenek yang sudah tua  yang baru menyelesaikan hafalannya pada usia 86 tahun , beliu adalah Ummu Thalal Al Mutahairi .

Masih banyak hafidz al-Qur’an yang belum disebutkan, ini sebagai motifasi bagi kita untuk menghafal dan mempelajari al-Quran. Mempelajari Al-Qur’an  dan menghafalnya diberikan kemudahan oleh Alloh Subhanahu Wata’ala seperti yang difirmankan dalam al-Qur’an.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menghafal al –Qur’an  supaya diberi kemudahan diantaranya :

  1. Ikhlas dalam niat yaitu hanya mengharap pahala dari Alloh saja
  2. Waktu menghafal baiknya di waktu fajr / subuh
  3. Menggunakan mushaf dari satu cetakan tidak diganti atau ditukar dengan cetakan yang lain
  4. Menyetor hafalan kepada qori yang kafaah keilmuan dalam bacaannya mahir
  5. Punya target harian contoh 1 halaman menghafal al-Qur’an dalam sehari
  6. Membaca hafalan dalam setiap kali shalat sehingga menjadikan hafalan menjadi mutqin
  7. Mengulang hafalan / muroja’ah
  8. Banyak berdo’a kepda Alloh karena al-Qur’an adalah wahyu Alloh supaya dimudahkan dalam menghafal
  9. Mengurangi terlalu banyak makan, terlalu banyak tidur dan mengurangi kata-kata yang kurang bermanfaat
  10. Menjauhi maksiat karna ilmu adalah cahaya dan cahaya tidak adan diberikan pada ahli maksiat

Mudah-mudahan Alloh memberikan kemudahan kita dalam menghafal dan memberikan azzam yang kuat untuk  menyimpan al-Qur’an di dada kita dengan hafalan. Tidak bisa 30 juz maka bisa beberapa juz tidak bisa beberapa juz maka minimal satu juz, tidak bisa satu juz maka beberapa surat. Jika kita tidak bisa melakukan kebaikan secara keseluruhan maka jangan tinggalkan walau sedikit melakukannya.

Allohu A’lam .

Berita Pengumuman Sekilas-info
  1. TULISAN TERKAIT
...

Ali Rahmat

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ…

Selengkapnya