Al Irsyad Latih Guru Jadi Penulis, Ciptakan Bahan Ajar Mapel Umum Berkualitas


Al Irsyad Karawang latih guru menulis bahan ajar berkualitas berbasis deep learning untuk pembelajaran yang berdampak nyata. Wujudkan Budaya Literasi, Al Irsyad Dorong Guru Menjadi Penulis Karawang — Komitmen Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang dalam meningkatkan mutu pembelajaran terus diwujudkan melalui penguatan kompetensi guru. Salah satunya melalui Pelatihan Penulisan Buku Ajar Mata Pelajaran Umum yang diselenggarakan oleh Biro Al Irsyad Learning Center (ALC) LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang pada Rabu (8/7/2026) di Aula Lantai 3 Gedung Banaat. Pelatihan ini diikuti oleh 45 guru penulis yang berasal dari jenjang SDIT, SMPIT, dan SMA Islam Teladan. Selama kegiatan, para peserta dibimbing untuk menyusun bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik peserta didik Al Irsyad. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang, Ust. Ali Rahmat, yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus berkarya dan melahirkan inovasi dalam dunia pendidikan. Ketua LPP: Guru Hebat Meninggalkan Warisan Ilmu Melalui Karya Dalam sambutannya, Ust. Ali Rahmat menegaskan bahwa budaya menulis harus menjadi bagian dari identitas guru Al Irsyad. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
"Guru yang hebat bukan hanya menginspirasi melalui perkataan, tetapi juga meninggalkan warisan ilmu melalui karya tulis yang terus memberi manfaat. Saya berharap para asatidz Al Irsyad mampu melahirkan bahan ajar yang khas, berkualitas, dan menjadi identitas pembelajaran Al Irsyad."
Beliau juga menambahkan bahwa penyusunan bahan ajar merupakan salah satu bentuk ikhtiar lembaga dalam menjaga kualitas pendidikan.
"Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya karya-karya terbaik yang tidak hanya digunakan di lingkungan Al Irsyad, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Teruslah menulis, karena ilmu yang ditulis akan terus hidup dan mengalirkan manfaat."
Hadirkan Pakar Pendidikan Nasional Untuk memperkuat kualitas pelatihan, Biro ALC menghadirkan Dr. Sudayat, M.Pd., Konsultan Pendidikan dan Pembelajaran, sebagai narasumber utama. Dalam workshop tersebut, Dr. Sudayat membawakan materi mengenai pengembangan bahan ajar berbasis deep learning. Menurutnya, paradigma pembelajaran saat ini menuntut guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang mendalam sehingga mampu mengubah cara berpikir peserta didik.
"Buku tulis harus diimbangi dengan media audio visual untuk memperkuat penerapan Multiple Intelligences sebagai penguatan pembelajaran," ujar Dr. Sudayat.
Ia menjelaskan bahwa bahan ajar yang baik harus mampu mengantarkan peserta didik melalui proses belajar yang utuh, mulai dari mengenal fakta, memahami konsep, menguasai prinsip dan prosedur, hingga mengembangkan kemampuan metakognitif.Lebih jauh, ia menekankan bahwa tujuan utama penyusunan bahan ajar bukan sekadar menyampaikan informasi. "Bahan ajar harus mampu mengubah pembacanya dari yang belum tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi memahami, kemudian melahirkan ide, hingga akhirnya mampu diwujudkan dalam praktik kehidupan. Inilah esensi change the world melalui pendidikan." Membangun Ciri Khas Pembelajaran Al Irsyad Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik penulisan buku ajar, tetapi juga diajak menyusun materi yang memiliki kekhasan Al Irsyad, mengintegrasikan nilai-nilai Islam, pembelajaran aktif, serta pendekatan deep learning yang relevan dengan perkembangan pendidikan abad ke-21. Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Para guru aktif berdiskusi, mengembangkan rancangan bahan ajar, serta berbagi pengalaman dalam menyusun materi pembelajaran yang menarik dan aplikatif. Program ini menjadi salah satu langkah strategis LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang dalam membangun budaya literasi di kalangan guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan semakin banyak guru yang menjadi penulis, diharapkan lahir bahan ajar yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu menginspirasi, membentuk karakter, serta menjadi ciri khas pendidikan Al Irsyad dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berprestasi.